Rabu, 13 Maret 2013

puisi alam

ALAMKU

kala senja itu tenang dan damaikan kalbu
berbisik memanggilku untuk kembali
dalam gelap menggapai untuk bermimpi

ketika pagi bangunkan aku
dengan secerah mentari pagi
berikan kehangatan lindungi diriku
dari menusuknya embun pagi

akankah esok dapat ku lihat lagi
lukisan indah seperti ini
andai semua mampu mengerti
andai semua mampu pahami

alamku takkan terluka
alamku takkan murka
alamku takkan hilang dan mati                                                          ukir sale rembang

Senin, 28 Januari 2013

puisi fenomena

FENOMENA DI MATA

bukan penyebab sedih dan senangku,
ketika fenomena lalu lalang di depanku,
semua prasangka tak perlu kuyakini,
karena aku tak peduli kepastian lagi.

benarkah yang kulihat warnanya putih?
sedang sejatinya ia berwarna hitam.
benarkah yang kudengar nyayian surga?
sedang sebenarnya itu senandung setan.

tak ada kebaikan dari mahluk apapun,
ketika kacamata ego ini masih kukenakan,
aku tak ingin berkutat dalam kebodohan,
lupa keindahan telah lama bersemahyam.

tak ada kebahagiaaan yang abadi,
tak ada pula duka terus melukai,
datang tiba-tiba lalu menerpa,
pergi sendiri berlalu begitu saja